[REVIEW FILM] Alita: Battle Angel

Mei 17, 2019

Kisah-kisah robot yang jadi pemeran utama selalu menarik minat saya, karena robot itu canggih, tidak menua, dan kuat. Keberadaan robot yang hidup berdampingan dengan manusia adalah masa depan yang bukan mustahil bisa terwujud bertahun-tahun mendatang. Film tentang robot yang pernah saya tonton adalah Ghost In The Shell, ceritanya terlalu sadis dimana otak manusia diambil secara paksa untuk dicangkok ke dalam tubuh robot. Sedangkan di film ini, Alita: Battle Angel, dikemas lebih aman untuk penonton remaja menggunakan animasi 3D.

Dr Ido membangkitkan Alita yang telah lama terbengkalai.


Seorang dokter simpatik bernama Ido, menemukan kepala robot di tempat rongsokan dan membawanya ke rumah untuk dibangkitkan kembali. Ido telah membuat tubuh cyborg yang ia siapkan untuk anak perempuannya yang lumpuh, Alita. Namun karena Alita telah meninggal, maka ia gunakan tubuh itu untuk menghidupkan kepala temuannya hingga menjadi sebuah robot utuh.

Ternyata, otak manusia yang berada di dalam robot itu masih berfungsi, namun ia tidak dapat mengingat masa lalu dan identitasnya. Maka sejak itu Ido memberinya nama Alita.

Alita dan Dr Ido di Iron City


Alita menjalani kehidupan seperti remaja di Iron City, sebuah kota dimana manusia dan robot hidup membaur. Di kota tersebut, robot tak hanya mencari uang dan membayar mahal untuk mendapatkan wajah, tapi manusia yang punya penyakit parah lebih memilih untuk membuang tubuhnya agar bisa dicangkok menjadi cyborg. Sehingga cukup sulit membedakan robot setengah manusia, dan manusia setengah robot.

Menurut saya, satu-satunya yang bisa membedakan adalah pakaian. Manusia, walaupun tubuhnya telah menjadi cyborg, mereka tetap merasa butuh pakaian untuk menutupi tubuh mereka. Tetapi robot, walaupun telah memiliki wajah mirip manusia, mereka berkeliaran telanjang. Sayangnya, manusia sudah tak punya lagi hawa nafsu, manusia tidak bisa memiliki keturunan sehingga populasi di Iron City terancam punah dan dikuasai oleh robot.

Impian orang-orang Iron City adalah bisa pergi Zalem, sebuah tempat yang berada terapung di atas awan dan dijuluki 'Kota Langit'. Di Zalem, manusia bisa sekolah dan berpendidikan tinggi, orang sakit bisa disembuhkan, hidup berkeluarga dan punya anak. Hal ini saya simpulkan dari Dr Igo, yang menceritakan dirinya lahir di Zalem kemudian bertemu Dr Chiren dan memiliki anak. Entah karena alasan apa mereka pindah ke Iron City, dan anak mereka yang sakit pun meninggal.

Mungkin karena Iron City berlatar masa depan dimana planet sudah tercemar dan tak layak huni, sehingga hanya orang-orang kaya yang bisa pergi ke Zalem. Sedangkan mereka yang miskin mau tak mau harus tinggal di Iron City. Impian itu mendasari sebuah perlombaan yang disebut "Motorball", dimana semua peserta bertanding secara brutal untuk menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah bisa pergi ke Zalem.

Zalem, kota langit yang terapung di atas awan.


Sementara itu, Alita berkenalan dengan seorang pria bernama Hugo. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Suatu ketika, mereka menemukan sebuah bangkai pesawat URM yang diduga hancur akibat keruntuhan. Alita tiba-tiba saja tahu dimana letak komandonya dan cara membuka kode keamanan. Disana ia menemukan tubuh cyborg aslinya.

Alita kemudian bisa mengingat masa lalunya. Ia dulu seorang tentara yang dipanggil '99', ia diberi misi menghancurkan Zalem.

Kisah romantisnya ada pada Alita dan Hugo. Ketika Hugo mengungkapkan perasaannya, Alita bertanya apakah kondisi dirinya yang bukan sepenuhnya manusia terasa menganggu. Namun Hugo menjawab, bahwa baginya Alita sudah sangat manusiawi. Ketika kita mencintai seseorang, bagaimanapun kekurangannya akan terlihat samar dan bisa kita terima.

Alita dan Hugo.


Selain itu film ini juga menceritakan kisah antara ayah dan anak. Ido sedari awal telah mengetahui bahwa di dalam otak Alita terdapat hati dan kehidupan seorang wanita muda yang luar biasa. Ido awalnya tidak menyetujui Alita menggunakan tubuh cyborg aslinya, karena Ido memandang Alita sebagai anak kandungnya. Ido tidak ingin Alita menjadi monster.

Di Iron City ada sebuah profesi bernama 'Warrior Hunter' atau 'Kesatria Pemburu'. Para pemburu ini menangkap buronan dan mendapat bayaran. Bahkan beberapa pemburu sampai merampok onderdil pada tubuh orang asing agar bisa mendapatkan uang. Sejak diketahui sebagai mantan tentara, Alita diketahui masih memiliki jantung orisinil yang bernilai jutaan.

Karena tubuhnya yang lemah, Alita tidak bisa melindungi diri dari serangan pemburu-pemburu yang mengincarnya. Sehingga Ido akhirnya menyatukan Alita pada tubuh aslinya.

Alita setelah mendapat tubuh aslinya.


Kini setelah mendapatkan kembali tubuh aslinya, Alita menjadi jabuh lebih kuat. Alita bergabung menjadi peserta Motorball dan bertekad untuk pergi ke Zalem agar bisa menuntaskan misinya. Ia mendapat julukan 'Battle Angel' karena wajahnya yang lucu seperti malaikat, namun tubuhnya tangguh menguasai pertempuran. Film ini menyajikan animasi yang sangat mulus, dimana penyatuan tubuh robot dan kepala manusia terlihat sangat menyatu.



Judul: Alita: Battle Angel
Sutradara: Robert Rodriguez
Skenario: James Cameron, Laeta Kalogridis
Berdasarkan: Battle Angel Alita (manga) oleh Yukito Kishiro
Pemeran: Rosa Salazar, Christoph Waltz, Jennifer Connely
Rilis: 14 Februari 2019 oleh 20th Century Fox

You Might Also Like

53 komentar

  1. Ya ampun, kereeen ...
    Review film Alita ini mengingatku adegan demi adegan keren filmnya πŸ‘

    Aku suka lihat tampilan Alita kayak setengah animasi juga kayak orang betulan, terutama matanya yang bulat kayak mainan πŸ˜€

    BalasHapus
  2. Wih... Itu yang pemeran utamanya jadi terlihat kayak boneka lilin.
    Ingin nonotn deh, penasaran sama spesial-spesial efek yang ada di filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dulunya proyek James Cameron. Karena dia mau fokus bikin film Avatar dengan sekuelnya, jadi digarap sama sutradara lain :)

      Hapus
  3. Keliatannya keren ini film. Di YouTube ada gak yaaaa wkwowkokwokwok #dasar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Streaming film terbaru bukan di Youtube mas. Kalau saya nontonnya di LK21 atau cukup searching pake keyword "[judul film]-streaming-sub-indo" di Google.

      Hapus
  4. Ide dasarnya kayak boneka pinokia yah. Tapi ceritanya lebih rumit dan genrenya action gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul juga ya. Penciptanya sama-sama orang tua yang kehilangan anak kemudian membuat pengganti.

      Hapus
    2. Tentunya tampilan gambarnya lebih ok kayaknya

      Hapus
  5. wadauh, manusia setenag robot, bisa kuat dong teh ya, seperti film terminator yang diperankan oleh arnold

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau terminator saya gak kuat nontonnya mas kuanyu, terlalu sadis hahaha.

      Hapus
  6. Kalo aslinya pasti cantik nih si Alita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rosa Salazar. Menurut saya lebih cantik versi Alita-nya hehe.

      Hapus
    2. Iya, menurutku juga lebih cantik dan cute versi Alitanya ..

      Maaf yaa mbak Rosa Salazar ..., jangan marah dikomentarin begitu
      Wwwwwkk

      (Siapa tauuu kan ya .., mbak Rosa Salazar ikutan mampir baca di post ini, hahaha)

      Hapus
    3. hahaha masa iya sih artis kondang nyungsep ke blog sini wkwkwk

      Hapus
  7. ada film yng keren juga teh, film robot juga namanya chappie, seru itu teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sy uda nonton tuh chappie, yg diajak ngerampok kan ya..

      Hapus
    2. Boleh juga nih rekomendasinya.

      Hapus
  8. Wah... wah... kenapa aku gagal nonton film ini di bioskop, jadinya belum nonton sampai sekarang dan ternyata aku baca review ini, kayaknya menarik, apalagi idenya sederhana, hanya saja plotnya jadi rumit karena genre action.

    Ah, segera cari filmnya deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, agak rumit ya. Apalagi ending-nya serasa menggantung kayak sengaja mau dibikin sekuel.

      Hapus
  9. Genre sci fi ya mb elsa
    Duhhh, emang sih robot cantik, tapi tetep aja klo secara nalar untuk berhubungan sy prefer ya tetep yang sesepecies ehhehehe

    Tapi klo untuk komen di filmnya, anjrit dadis juga tuh, yang pada sakit keras bahkan rela mati aja asal salah satu organnya bisa dicangkokkan kecyborg, heuuum....bener bener pembahasan yang cukup berat di dunia scientiest, tapi namanya juga film

    Lah tubuh aslinya kok bisa awet gitu ya, bukannya tadinya uda meninggal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin itu otak manusia yang dicangkok ke cangkang robot? Bingung juga sih. Sekalipun bagian kepalanya manusia badannya robot, tapi tetep aneh kan gimana bisa tuh bagian kulitnya gak menua sama sekali setelah dibuang ke rongsok wkwkwk

      Hapus
  10. wah robot bisa jatuh cinta ya, saya iri nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya juga film mas DB, hehehe
      kalo gak ada percintaan gak seru dong :)

      Hapus
  11. Menurut saya Dokter itu sempurna bermain sebagai pencipta, sebagai ayah dan montir robot. Saat berada di dunia bawah sebenarnya dia mencari Alita, ketika Alita pulih dan "zirah tempurnya" tersinkronisasi dengan sempurna ketubuhnya dia kembali ke dunia atas di dan melihat segalnya melalui kontrol iron city.

    'Selalu ada cara untuk untuk abadi" katanya. Sesungguhnya dibalik cerita filem ini ada satir yang dengan pilosofi yang dalam: Pada akhirnya Artificial Inteligent menjadi nyata, dengan kemajuan teknologi yang tidak lagi bisa dijabarkan, sekelompok manusia akan menjadi dewa dengan ide singularity (keabadian) yang nyata. Saya tidak menampik itu sebagai "tidak mustahil" menilik kondisi kemajuan yang semakin cepat tidak lagi berdasarkan deret hitung melainkan deret ukur!

    Semoga ada kelanjutan nasib iron city jika filem animasi ini ada kelanjutannya, akankah pencipta pacundang oleh ciptaanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo bicara soal AI memang mengarah ke keabadian, tapi jika ciptaan sampai bisa berkembang dan punya kehendak sendiri, bisa membahayakan penciptanya bahkan umat manusia. Saya penasaran banget mudah-mudahan ada kelanjutannya.

      Hapus
  12. Ga bisa membayangkan seperti apa kota itu kalau untuk membedakan robot setengah manusia dan manusia setengah robot aja susah, udah benar2 membaur ya mreka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah, serem ya. Tapi kalo bener-bener manusia, pasti seenggaknya pengen pake baju walaupun tubuhnya udah jadi mesin.

      Hapus
  13. Aku suka banget sama alita ini secara karakternya πŸ˜ƒ namun ada beberapa track yg tidak masuk akal dr segi penampilan untuk seorang boneka hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wajahnya kayak boneka, tapi genre filmnya action. Kan jadi ambigu, sebenarnya itu ditujukan buat anak-anak atau dewasa ya? hehehe

      Hapus
  14. Cerita Alita simanusia robot cukup menarik alurnya

    BalasHapus
  15. sudah premiere di HBO tapi aku ketiduran padahal pingin banget nonton film ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak ada kata terlambat kok, streaming online banyak.

      Hapus
  16. Salam kunjungan dan follow disini ya :)

    BalasHapus
  17. Kenapa Alita harus menghancurkan Zalem?

    Isu di film ini adalah manusia ingin melepaskan dirinya dari masa depan dalam hal ini simboliknya adalah iron city. tapi penulisnya malah ingin menghancurkan zalem tempat manusia yang tidak terkontaminasi oleh robot. jadi penulisnya itu pro ke robot?

    saya jadi pengen nonton deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu masih jadi misteri, kilas balik memori Alita cuma selewat-selewat menghancurkan Zalem. Di banding drama Korea, film si Alita ini alurnya kecepetan.

      Hapus
  18. Jadi inget film RoboCop & Terminator, tapi ini versi lembutnya. Oh ya saya follower baru blog ini. Thx

    BalasHapus
  19. Duh waktu itu mau nonton ini, belum sempet-sempet... eh filmnya udah gak ada di bioskop -_- ZzZ bt.
    Aku suka nih film2 kyk gini. Mirip2 Bicentennial Man, A.I. Artificial Intelligence... tapi yg dua itu filmnya ending sedih.... tapi bagus ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul, film-film yang menceritakan AI atau kecerdasan buatan gak ada bosennya.

      Hapus
  20. Keren..keren..keren banget😍
    Alita nya cantik banget, jadi pengen cari, download trus nonton.
    Tapi film ini mengingatkan saya sama film lain, judulnya apa ya? Ceritanya tentang bumi yang rusak dan ada tempat lain yang lebih baik di atas bumi namun hanya orang kaya yang bisa tinggal di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa mungkin, Wall-E? haha bukan kali, soalnya di film Wall-E semua manusia udah meninggalkan bumi.

      Hapus
  21. Ih keren banget nih film, saya sama sekali baru tahu loh, ampun banget kudetnya, padahal kece banget, jadi pengen nonton dong, saya paling suka genre film kayak gini, tegang tapi menyentuh juga.
    Meskipun jujur kalau nonton film robot2 itu butuh waktu untuk bsa masuk ke dalam alur ceritanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak rey lagi banyak endorse ya makanya jarang nonton film, hahaha

      Hapus
  22. keren ini filmnya
    cuma buat saya, matanya yg kegedean itu masih aneh dimata saya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal gak usah gede-gede amat udah imut ya.

      Hapus
  23. Emang keren sih, anime atau manga yang populer pasti banyak dilirik oleh produser film luar, semoga aja boku no hero juga bisa dijadiin live action dan bisa sebagus alita ini.

    BalasHapus

Halo, saya Elsa! Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.
Saya akan senang jika kamu mau berbagi pendapat di kolom komentar.
Setiap komentar yang masuk akan saya usahakan balas secepatnya!