Pria Tukang Selingkuh, Pantaskah Dimaafkan?

April 22, 2020


Drama 'The World of the Married' ramai dibahas oleh kaum perempuan di media sosial karena menyinggung isu perselingkuhan dan pelakor (perebut laki orang) yang sangat akrab kita temui. 
Sampai ada guyonan yang menyuarakan anti pelakor, "Ibu-ibu harus waspada.. Pelakor ada dimana-mana.."
Bagi yang belum tahu, drama ini menceritakan Dr. Ji Sun Woo sebagai wanita sukses dan kaya tetapi disia-siakan oleh suaminya. Suaminya, Lee Tae Oh berselingkuh dengan wanita lain yang lebih cantik dan lebih seksi dari Sun Woo. 
Selingkuhan Tae Oh, yaitu Yeo Da Kyung, adalah pelakor cantik yang tahu pacarnya sudah menikah tetapi masih saja mau melanjutkan hubungan. Apalagi Da Kyung ketahuan hamil ketika memeriksakan diri di rumah sakit tempat Sun Woo bekerja!
Mari kita kesampingkan dulu soal teman-teman Sun Woo yang ikut merahasiakan perselingkuhan Tae Oh darinya. 
Yang ingin saya bahas dari sudut pandang pribadi ialah, mengapa seseorang bisa berselingkuh? Dan jika pasangan ketahuan suka selingkuh, apakah pantas dimaafkan?

Selingkuh adalah Penyakit, Bukan Kecelakaan

Ji Sun Woo dan tetangganya, Son Je Hyuk.

Pada tahun 2013, saya pernah merasa jenuh dalam sebuah hubungan LDR (Long Distance Relationship). Saya di Tasik, dia di Serang. Selama berstatus pacaran dengan dia, saya merasa kesepian karena gak bisa ketemu. Dia memutuskan pindah ke Tasik, supaya bisa sering ketemu. Tapi lama-lama dia makin posesif, selalu ingin tahu kegiatan saya, bahkan melarang saya bertemu dengan si A, si B, karena cemburu. Saya bilang mau putus, dia makin posesif, terus-terusan datang ke rumah. 

Waktu itu saya masih labil, setiap dia bilang janji mau berubah, saya langsung luluh. Tapi ya gitu aja terus, posesif, seolah gak ada ruang buat saya bernafas. Akhirnya saya nekat, saya mendekati laki-laki lain supaya dia menjauh. Dia koar-koar di sosmed bahwa saya selingkuh, padahal memang saya sudah tidak mau melanjutkan, tapi dia terus bertingkah seperti korban.

Itu kesalahan saya juga, karena tidak mengakhiri hubungan dengan benar. Harusnya kalau saya mau putus, saya berhenti hubungi dia, dan menyendiri sementara waktu. Sehingga saya tidak perlu nge-PHP-in pria lain.

Setelah lepas dari mantan, saya pun menyendiri sekitar setahun. Bagi saya, sendiri adalah kemewahan terbesar dalam hidup. 

Belajar dari pengalaman pribadi, penyebab saya selingkuh adalah karena merasa tidak puas pada hubungan itu. Bisa jadi karena dulu dia pernah ketahuan selingkuh, sehingga tanpa sadar saya menganggap selingkuh itu biasa. Saya bukan jatuh cinta pada orangnya, tetapi pada ekspektasi sendiri. Dan ketika sifat-sifat asli orang itu mulai keliatan, ekspektasi saya hilang, dan tidak tahu bagaimana mengakhiri hubungan. 

Cara agar kamu tidak selingkuh: 

  • Jangan memulai suatu hubungan jika kamu belum siap. Sebaliknya, sibukkan diri dengan melakukan kegiatan produktif, kejar target, upgrade diri sendiri, sampai kamu bahagia dan bingung apalagi yang kurang. 
  • Terbuka pada pasangan dalam membicarakan segala hal. Kalau kamu merasa dia bukan orang yang bisa dipercaya, pikir-pikir lagi deh. Apakah dia orang yang tepat?
  • Jangan sombong dan naif kalian gak akan putus. Menurut Coach Relationship, Kei Savourie, "Anything can happen in relationship."


Pengalaman Jadi Selingkuhan

Yeo Da Kyung, orang ketiga.

Lha, teros? Saya pelakor juga? Wkwkwk ketawa dulu yee. 

Pada 2014 sewaktu saya berstatus lajang, ada pria yang ngajak ketemu. Saya pikir dia orang baik-baik, karena mengundang saya ke rumahnya, dan cuma sebatas ngobrol-ngobrol aja. 
Saya mulai tertarik mengenal dia lebih jauh, jadi saya buka facebook dia. Eh ternyata dia sudah punya pacar, bahkan wanita itu menulis status bahwa pacarnya selingkuh. Otomatis saya jadi orang ketiga dong, padahal saya gak tahu bahwa pria itu udah punya pacar. 

Alasan si pria ketemu saya, sama seperti posisi saya dulu sewaktu LDR. Dia udah gak mau ngelanjutin hubungan tapi gak tahu cara mengakhiri dengan benar, ditambah lagi pacarnya posesif juga. Sebenarnya kasian sih, saya bahkan sempat luluh waktu dia bilang ingin tetap komunikasi, tapi saya mulai realistis. 

Saya pikir, apa gunanya merebut laki orang? Tidak keren. Jadi saya blok dia. Bukan karena saya dendam, tapi supaya dia menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan saya. 

Pendapat saya: menjadi orang ketiga adalah kesalahan yang tidak disengaja. Mungkin ada wanita-wanita lain yang rela dijadikan simpanan demi kebutuhannya tercukupi, tetapi itu tidak berlaku bagi saya. Saya udah punya penghasilan sendiri, saya membiayai kebutuhan sendiri, saya baik-baik saja. 

Cara agar kamu tidak jadi selingkuhan/orang ketiga:

  • Manfaatkan sosial media untuk menyelidiki orang sebelum mengenal lebih jauh. 
  • Berteman hanya dengan orang-orang positif. Mereka yang berada dalam hubungan sehat cenderung tidak membutuhkan siapa pun sebagai pelarian. 
  • Jika kamu tanpa sengaja menjadi orang ketiga, segera akhiri hubungan itu. "Maafkan diri sendiri karena telah bersikap ceroboh, perbanyak kegiatan positif," kata Lex De Praxis.


Lalu, Bagaimana Rasanya Diselingkuhi?

Ekspresi Ji Sun Woo ketika mulai mencurigai suaminya.

Menyakitkan! Ini tentang mantan saya yang pernah LDR itu. Tahun 2010-2011, dia pacaran dengan saya sejak masih SMA, terus waktu dia ikut program praktek kerja di Jakarta, dia punya selingkuhan. Sepulang darisana, dia meminjamkan saya laptop, lalu saya menemukan foto dia bersama wanita lain. Memang sepenting apa ya, sampai-sampai foto itu harus dipindahkan dari hape ke laptop? Entahlah, saya gak peduli. Saya cuma berasumsi kalau saya dan dia belum pantas pacaran. Jadi saya lupakan. 

Entah kenapa, saya jadi ketularan. Dulu dia pernah selingkuh, dan pada akhirnya saya selingkuh juga. Harusnya saya meninggalkannya ketika tahu bahwa dia bukan tipe orang setia. 

Apakah tukang selingkuh pantas dimaafkan? Kembali ke masing-masing. Kalau menurut saya, setelah mengetahui pasangan berselingkuh, hubungan tak akan sama lagi. Terasa hambar. Ada kemungkinan dia selingkuh lagi, bahkan malah saya yang balik selingkuh. 

Menurut Psikolog Dedi Susanto, hukum ciprat itu nyata. Ketika kamu berada bersama orang negatif, kamu akan ikut menjadi negatif sekalipun kamu membenci orang itu. Sepertinya karena saya dulu mempertahankan pria yang telah berselingkuh, sehingga saya jadi menganggap selingkuh itu sebagai hal yang biasa. Untungnya setelah lama putus dari dia, tahun 2016 saya bertemu orang yang memperlakukan saya dengan baik, dan saya pun bisa setia tanpa paksaan. 

Cara agar tidak diselingkuhi:

  • Jangan posesif! Biarkan dia bercerita pada kita ketika dia merasa nyaman. Kalau dia gak pernah cerita, tanya aja langsung. 
  • Sering-sering mengapresiasi pasangan, misalnya bilang makasih udah nganter, meski itu adalah kewajiban dia. 
  • Sayangi diri sendiri. Kalau kamu mencintai diri sendiri dengan benar, kamu juga pasti tahu cara memperlakukan pasangan.


Pria biasanya lebih gampang ketahuan selingkuh, karena ketika selingkuh cenderung bego dan nafsuan, jadinya berantakan. Maka, wanita juga bisa saja selingkuh, bedanya wanita lebih lihai dalam menutupi. Seperti dalam film Supernova: Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dimana tokoh utama wanita sudah menikah dan berselingkuh. Sudah pernah saya ulas disini: Cinlok Saat Wawancara.

You Might Also Like

22 komentar

  1. Kalau belum ada ikatan resmi masih hal wajar. Karena lagi proses pencarian dan pendewasaan.
    Kalau belum ada ikatan resmi, sebenarnya emang tak punya hak untuk mengekang. Dan tak ada yang salah.
    Nah repotnya jika sudah pasangan resmi.
    Tapi yang namanya sebuah pernikahan emang hanya dua pilihan. Jika baik ya teruskan, jika tak baik ya akhiri hubungan.
    Saat ijab qobul, kan ada wejangan seperti itu, karena dalam bahasa Arab ya jarang orang memahaminya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Repot banget ya kalau selingkuh pas udah jadi suami istri.
      Mau cerai susah, karena prosesnya ngabisin duit, ditambah lagi kalau punya anak makin galau.
      Tapi kalo mau lanjut, jadi gak sehat juga ke mental, karena perasaan orang yang pernah dikhianati akan susah percaya dan selalu mudah curiga.

      Hapus
    2. Setuju banget tuh.
      Kadang saya mikir, heran aja gitu orang-orang pada galau belom nikah, nggak tahu apa ya mereka nikah itu rumit.

      Hapus
    3. Wkwkwkwk itulah yang namanya bucin, belum ada ikatan pernikahan sudah galau. Bukan menyepelekan tapi saya juga pernah ada di fase itu. Gak ada apa-apanya dibanding ngurusin perekonomian rumah tangga.

      Hapus
    4. HIhihi iya ya, sayangnya memang kayaknya hampir semua orang hanya bakalan bisa mengerti kalau udah pernah lewati masa itu.
      Sayapun dulu memandang nikah itu nggak terlalu mendalam, biasa aja.
      Nggak ada persiapan, pokoknya dapat buku nikah deh, biar nggak ditanyain kapan nikah lagi hahahaha

      Hapus
  2. entah mengapa kisah drakor satu ini menginspirasi banyak orang, sepertinya kisahnya terkenal menguncangka semesta atsmosfir ya Mbak Ratu, hihihih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. gara-gara harus di rumah terus banyak penggemar sinetron beralih ke drakor hahaha

      Hapus
  3. Baca ini, saya jadi bingung, entah saya harus bersyukur atau sedih, karena saya jangankan selingkuh, mengenal dekat lelaki lain aja nggak pernah huhuhu.

    Saya bahkan mencoba selingkuh pakai tokoh ilusi qiqiqiqiqi.
    Nggak tahu ya, semacam ada alarm dalam tubuh kalau melakukan hal yang salah.

    Meskipun kadang saya penasaran, seperti apa sih rasanya selingkuh itu?
    Seperti apa rasanya terjebak dalam hubungan complicated, tapi bahagia ada banyak cinta.

    Kalau jatuh cinta sama lelaki lain saya pernah, tapi ya gitu, sebatas suka aja, dan polosnya saya jujur pula sama pacar dulunya bahahaha.
    Sama pacar? saya disuruh kejar aja tuh lelaki yang bikin saya jatuh cinta.

    Bodohnya saya, kenapa ngga dilakukan ya?
    Setidaknya saya pergi dari lelaki yang tidak tahu cara berjuang.

    How i miss di posesifin lelaki wakakakak.

    Manusia memang aneh ya.
    Ada yang sebal karena pasangannya posesif, saya malah sebal karena pasangan malah semacam cuek hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setia itu hebat, sungguh perbuatan terpuji. Seperti yang mbak Rey katakan bahwa selingkuh adalah perbuatan memalukan, karena perselingkuhan bagi orang dewasa pasti dibumbui adegan-adegan panas kayak di film hahaha.
      Gak ada enaknya mbak selingkuh, repot banget harus sembunyi-sembunyi. Kalau motivasi saya untuk setia sih karena menghindari penyakit.
      Merasa ingin diperhatikan oleh pasangan itu wajar mbak, terutama ketika dia cenderung cuek. Bisa kok dibicarakan baik-baik, jangan pantang menyerah!

      Hapus
  4. Ehm, banyak juga pengalaman ya mbak.😊

    Sebenarnya kalo belum menikah boleh saja sih mencari pacar lain, selama belum punya komitmen untuk menikah, soalnya kita tentu ingin yang terbaik untuk kita.

    Lain halnya kalo sudah terikat pernikahan, harus punya komitmen, harus setia sama pasangan. Kalo ternyata pasangan selingkuh, putuskan saja secara baik-baik.

    Maaf kalo ada salah kata.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mas, pengalaman ada untuk kita pelajari, dan dijadikan bahan untuk perbaiki diri.

      Kayaknya gak ada putus baik-baik, semua putus itu pasti sakit. Tapi kalau berteman setelah putus, bisa saja tapi emang gak semua orang bisa.

      Gak apa apa mas santai aja, berkunjung lagi ya :)

      Hapus
    2. Iya ini berkunjung lagi mbak Elsa. Memang sih kalo putus itu sakit, tapi setidaknya hubungan kan jadi jelas, mau mencari yang lain juga bebas karena statusnya sendiri.

      Hapus
  5. Setiap hubungan itu memang tidak selalu baik_baik saja, pasti aja saja penyebab kedua belah pihak memilih untuk selingkuh, entah itu godaan dari luar atau kehendak dari masing - masing pihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membina hubungan adalah pekerjaan. Karena butuh waktu, tenaga, dan materi. Kalau terjadi perselingkuhan maka semua itu akan sia-sia.

      Hapus
  6. Jangan suka cuekin pria apalagi kalau lagi bersama-sama, membangun komunikasi didalam hubungan sangat berarti sekali untuk menghindari terjadi perselingkuhan dan berakhir pisah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak setuju sekali, komunikasikan dengan jelas apa yang kita mau supaya pasangan bisa paham.

      Hapus
  7. Sebenarnya posesif itu karna rasa cinta yg over dan takut banget kehilangan, jadinya cuma ktemu temen cowok pun ga dibolehin

    Btw elsa tasiknya sbelah mana?

    BalasHapus
  8. sebaiknya jangan selingkuh, agar bumi ini aman dari Perang dunia ke-4 .hahaha.....

    Memaafkan akan membuat hati jadi plong, namun bukan berarti apa yang dia lakukan bukan sebuah kesalahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memaafkan itu mudah tapi melupakan susah. layaknya kaca yang pecah, meski disambungkan kembali pun tetap ada retaknya, seperti itulah hatiku, eaaaa

      Hapus
  9. Judul tulisan ini agak berat, hehe.
    Tapi kalau boleh jawab, siapa pun berhak mendapatkan pengampunan/maaf.
    Cuma masalahnya, ini kan sudah kena ke perasaan, jadi dimaafkan atau tidak, sepenuhnya ada di pihak yang tersakiti dan yang menyakiti harus menerima segala keputusan tsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, apa pun kesalahan pasangan bisa dimaafkan selama dia mengakui dan mau memperbaiki. tapi kalo siklus hubungan gitu-gitu aja, jadi pesimis gimana mau ada masa depan.

      Hapus

Halo, saya Elsa! Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.
Saya akan senang jika kamu mau berbagi pendapat di kolom komentar.
Setiap komentar yang masuk akan saya usahakan balas secepatnya!