Review Miranda Permanent Hair Color Ash Blonde MC-16

 


Bosan dengan warna hitam, kali ini saya bikin review Miranda Permanent Hair Color Ash Blonde, dengan kode MC-16. Warna ash blonde sendiri merupakan perpaduan dari abu-abu dan pirang, dimana proses pewarnaan rambut harus melalui tahap bleaching terlebih dulu. 


Produk ini memiliki harga yang terjangkau, yaitu Rp 11 ribu per box. Untuk rambut saya yang super pendek, dibutuhkan pewarna sebanyak 2 box. Sedangkan produk bleaching yang saya pakai sudah disediakan dari salon langganan. 

Isi Produk


Dalam satu box terdapat  1 krim pewarna 30 ml, 1 krim developer 30 ml, dan 1 kondisioner 10 ml. Ada brosur yang menjelaskan tata cara pemakaian dan informasi seputar produk-produk lain dari Miranda. 

Miranda Permanent Hair Color memiliki bau yang menyengat dan tergolong produk kimia yang keras. Sebelum memulai pewarnaan rambut, penting untuk mencoba mengoleskan sedikit produk pada bagian belakang telinga. Tujuannya untuk mengetahui apakah produk menimbulkan reaksi alergi atau tidak.

Tahap 1: Bleaching


Untuk mendapatkan warna-warna yang terang, rambut harus melalui tahap bleaching terlebih dulu. Disini saya dibantu oleh tukang salon untuk melakukan bleaching pada rambut. Harapan saya, dengan melakukan bleaching dulu bisa mendapatkan hasil akhir dengan warna yang sama seperti di box. 

Saya paham, bahwa rambut yang sudah di-bleaching akan membutuhkan perawatan ekstra. Rambut nantinya jadi lebih mudah kering, kaku, bahkan rontok. Namun tenang saja, saya sudah punya vitamin rambut Lucido-L


Setelah bleaching, saya kaget. Ini pertama kalinya saya punya rambut dengan warna terang. Kalau dilihat secara langsung, aslinya itu terang banget, lho! Kemudian saya lanjut ke tahap selanjutnya yaitu mewarnai rambut dengan Miranda Permanent Hair Color Ash Blonde. 

Langkah 2: Coloring

Tiba waktunya saat-saat yang paling mendebarkan, yaitu mewarnai rambut! Saya sempat takut hasilnya tidak cocok, apalagi di tempat tinggal saya, mewarnai rambut bisa dianggap sebagai perilaku brutal. 

Si Mamah sempat melarang saya mewarnai rambut dengan warna-warna yang mencolok, alasannya karena takut dianggap aneh oleh orang lain. Tapi saya jelaskan saja, tujuan mewarnai rambut adalah untuk menutupi uban hahaha.. Jadinya saya tetap pergi ke salon.  

Btw, tukang salon langganan saya namanya Mas Heru. Dia orangnya asik banget diajak ngobrol, tamu yang datang kesana juga gak cuma cewek aja. Tamu cowok juga banyak, bahkan ada catok rambut khusus cowok. 


Ini dia guys, hasil akhirnya. Foto kiri itu sebelum diwarnai, kondisi pencahayaan lampu di dalam ruangan, malam hari. Karena baru pulang kerja, jadinya keliatan cape dan belum mandi hahaha. 

Sedangkan foto kanan itu diambil siang hari, pencahayaan sinar matahari yang bisa masuk ke salon. Karena bagian depan salon memang full kaca, jadi terang banget. Wajah emang lebih fresh karena sudah mandi, sebelum difoto pun tidak lupa dandan dulu.

Hasil Akhir

Untuk hasil akhir Miranda Permanent Hair Color Ash Blonde di rambut saya ini terbilang coklat terang, tidak ada sentuhan abu-abu meski namanya "Ash". Hasil akhir di tiap orang bisa berbeda dan untuk rambut saya, cenderung lebih gelap dari warna di box meski sudah bleaching dulu. 

Ini saya di bleaching satu kali. Teman saya bilang, kalau hasil akhirnya mau terang banget harus bleaching dua kali. Atau, bisa juga kualitas dari produknya biasa aja sehingga tidak perlu berekspektasi tinggi. Yang penting, tujuan saya menutupi uban sudah tercapai. Menurut kalian gimana? 

Kalau punya pengalaman mewarnai rambut, atau menggunakan produk-produk perawatan rambut setelah diwarnai, kasih tau saya di kolom komentar, ya. 

Ini alamat salon langganan saya, siapa tahu yang sedang di Tasik mau berkunjung kesana.

Salon Princess 
Jam Buka 08.00 s/d 20.00
Jl. Noenoeng Tisnasaputra, Kahuripan, Tasikmalaya-Jawa Barat.

Posting Komentar

6 Komentar

  1. buat cowok boleh gak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh kak, brondong aku juga ikutan pakai, hahaha

      Hapus
  2. alim ah, jauh... udah dicoret dari KK belum? Hahahah... udah kayak film drakor. Dah sana daftar jadi pemain drakor aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak jadi dicoret, kalo saya ga ada siapa yang nyuci piring? hahaha

      Hapus

Halo, saya Elsa! Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.
Saya akan senang jika kamu mau berbagi pendapat di kolom komentar.
Setiap komentar yang masuk akan saya usahakan balas secepatnya!