Review Ultimate Weapon Alice, Romansa Remaja yang Brutal



Ultimate Weapon Alice (atau juga disebut Alice The Final Weapon) adalah drama korea bergenre kriminal yang tayang di platform Watcha. Drama yang berjumlah 8 episode ini dibintangi oleh Park Se Wan dan Song Geun Hee. Berbeda dengan kisah cinta anak sekolah pada umumnya, drama ini lebih mendalami sisi gelap remaja yang brutal dan romantis di saat yang sama.

Park Se Wan adalah artis Korea Selatan yang lahir pada 24 September 1994. Ia telah membintangi drama So Not Worth It, Never Twice, dan Joseon Survival. Namun, saya pertama kali melihat penampilan sang artis di drama I'm Not a Robot saat memerankan Pi atau Angela.

Di drama garapan Lee Byeong Hun ini, Park Se Wan berpasangan dengan Song Geun Hee yang lahir pada 16 Agustus 1997. Song Geun Hee telah membintangi beberapa drama populer, di antaranya Snowdrop, Missing The Other Side, dan Mystic Pop-up Bar. 

Baca juga: Review My Name, Sisi Gelap Han So Hee yang Gelap dan Brutal

Drama ini adalah pertama kalinya bagi Song Geun Hee dalam memerankan karakter utama. Untuk mengetahui bagaimana ia membangun chemistry dengan Park Se Wan, yuk simak review berikut. 

Review Ultimate Weapon Alice

Sebelumnya, saya ingatkan dulu bahwa tulisan ini mengandung spoiler. Jika kamu tidak begitu menyukai spoiler, saya sarankan menonton dramanya dulu. Biar bagaimanapun juga, menonton drama atau film secara menyeluruh akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik. 

Dilatih Sebagai Pembunuh

Alice (Park Se Wan) sedari kecil dilatih untuk menjadi seorang pembunuh. Ia cepat dalam mempelajari berbagai skill bertahan hidup, bela diri, menggunakan senjata, hingga merakit bom. Namun, ia tidak mau melawan hati nuraninya dan memutuskan untuk kabur dari Inggris ke Korea Selatan. 

Dalam misi melarikan diri, Mr. Ban (Kim Sung Oh) membantu Alice dan mengganti identitasnya dengan nama Han Gyeo Wool, putrinya yang telah meninggal. 

Han Gyeo Wool diterima di sebuah sekolah menengah dan harus menjalani kehidupan normal sebagai remaja biasa. Impiannya adalah lulus sekolah tanpa masalah seperti remaja-remaja seusianya. Akan tetapi, yang terjadi tidak sesuai harapannya.

Perundungan di Sekolah

Fenomena bullying atau perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah. Hal itu pun kita temui di drama Ultimate Weapon Alice. Han Gyeo Wool yang mulai tinggal di asrama perempuan harus menghadapi perlakuan kurang baik dari teman-temannya sekamarnya, Park Jang Mi (Lee Soo Bin) dan Song Ji An (Lee Ji An). 

Park Jang Mi bahkan memperingatkan Han Gyeo Wool untuk tidak mendekati anak laki-laki bermama Seo Yeo Reum (Song Geun Hee). Akan tetapi, Seo Yeo Reum yang dijuluki anjing teratas itu malah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu Han Gyeo Wool. 

Seo Yeo Reum menderita trauma sejak melihat ibunya gantung diri. Ia tumbuh sebagai remaja yang bisa menahan rasa sakit dan suka dipukuli sehingga orang-orang di sekolah menjulukinya sebagai orang gila. Pada saat Seo Yeo Reum sedang disiksa oleh sekelompok remaja nakal, Han Gyeo Wool mengalah mereka dengan cepat. 

Terekspos Oleh Media

Sejak bertemu dengan Han Gyeo Wool, Seo Yeo Reum merasakan emosi baru dalam dirinya. Ia secara terang-terangan mengaku hanya memikirkan Han Gyeo Wool seharian. Baginya, sekolah tidaklah menarik. Namun kehadiran seorang anak perempuan yang atletis bisa membuatnya tidur nyenyak seperti bayi.

Han Gyeo Wool dan Seo Yeo Reum dibawa ke atap gedung sekolah oleh anak-anak pengganggu. Gara-gara perkelahian, mereka terjatuh dari atap. Anehnya setelah dibawa ke rumah sakit, mereka tidak mengalami patah tulang. 

Seorang reporter yang kebetulan ada di UGD mengambil foto mereka berdua untuk dijadikan bahan berita. Akibatnya, wajah mereka berdua terekspos ke publik. Hal ini ternyata memancing organisasi misterius yang sedang memburu Alice. 

Dikejar Organisasi Misterius

Dalam perjalanan pulang ke asrama, Han Gyeo Wool menyadari bahwa dirinya sedang diikuti. Ia pun segera mengemasi barang-barangnya untuk melarikan diri. Seo Yeo Reum juga menyatakan harus pergi bersama karena ia juga pasti diburu. 

Mereka terkejut karena ternyata di sekolah itu sudah ada mata-mata yang menyamar sebagai guru dan mencurigai Han Gyeo Wool sebagai Alice. Demi bertahan hidup, Han Gyeo Wool terpaksa mengerahkan segala kemampuannya di depan Seo Yeo Reum. 

Setelah perkelahian di ruang guru, Han Gyeo Wool bertanya apakah Seo Yeo Reum masih menyukainya. Seo Yeo Reum menjawab, "Ya. Kau cantik."

Pengakuan Seo Yeo Reum yang tulus dan tidak berbasa-basi menjadi poin menarik. Sebagaimana remaja pada umumnya, ia tentu menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana. Namun, rasa sukanya pada Han Gyeo Wool dinyatakan begitu saja, tanpa beban, tanpa rasa takut akan penolakan. Itu menjadikan Seo Yeo Reum sangat seksi. 

Mereka berdua kabur dan ceritanya berakhir menggantung. 

----------------

Menonton drama Ultimate Weapon Alice membuat saya bernostalgia ke masa-masa remaja. Saat masih sekolah, yang saya lakukan cuma belajar. Jadi saya sedikit menyayangkan, kenapa tidak mulai pacaran saja dari dulu? Hahaha.

Poin menarik yang saya tangkap dari drama ini adalah kondisi psikologis Han Gyeo Wool dan Seo Yeo Reum. Mereka berdua sama-sama mengidap gangguan mental akibat kekerasan yang dialami sewaktu kecil. Kesamaan itu membuat mereka merasa satu frekuensi dan bisa saling memahami.

Han Gyeo Wool sudah terbiasa melihat darah, sehingga ia menjadi sosok yang dingin. Sedangkan Seo Yeo Reum berkali-kali mencoba bunuh diri, namun gagal karena ia memiliki orang-orang yang peduli padanya. Saat melarikan diri dari kejaran organisasi misterius, mereka berdua tetap tenang seolah itu adalah jalan ninja mereka.

Gaya berpacaran remaja yang tidak biasa ini membuat Ultimate Weapon Alice sangat menarik. Saya berharap akan ada season dua, karena saya penasaran bagaimana nasib mereka setelah kabur.

Posting Komentar

4 Komentar

  1. kirain film say, udah mau nonton aja diriku kalau film :D
    Diriku takut nggak berhenti-berhenti nontonnya kalau ber episode kayak gini, apalagi kalau menarik ceritanya :D
    Jadi diriku selalu milih nonton film ajah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal durasi tiap episode-nya 30 menitan, maraton aja mbak! Sehari juga beres 😆😂

      Hapus
    2. Waahhh racuuunnnn, gawat say kalau maraton, yang ada anak-anak ga keurus, nggak bisa kerja juga wakakakaka

      Hapus
  2. Aku lebih suka baca spoiler mba, Krn paling ga suka kalo nonton sesuatu yg endingnya gantung atau sedih. Dan ternyata ini gantung yaa... Bingung loh kenapa kebanyakan Drakor 8 eps atau 6 eps, seringnya gantung. Ga tuntas 🤣. Mnding sekalian aja 16 dah 🤭

    BalasHapus

Halo, saya Elsa! Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.
Saya akan senang jika kamu mau berbagi pendapat di kolom komentar.
Setiap komentar yang masuk akan saya usahakan balas secepatnya!